Posts

Kelana #1

Inilah fase-fase perkembangan itu, hujan dibulan Desember, hembusan angin sawah, sore kuning berselimut langit biru muda, aliran air dari petak-petak sawah, jendela yang terbasah oleh hujannya. Lebih dari setahun, dan semoga dua tahun lagi ini akan berakhir sudah, tidak ada lagi geriliawati yang gemar bunga menyebar biji-biji disetiap tempat yang Ia singgahi, hingga setiap usai hujan bunganya bermekaran dimana-mana, walaupun tak beraroma wangi, tapi warnanya bisa menghipnotis siapa saja yang masih normal jiwanya. Satu setengah tahun lalu aku bertemu dengannya disebuah sabana dengan banyak komunitas didalamnya. Aku berjalan melalui jalan yang sudah terverifikasi kebenarannya, namun sayup-sayup kudengar suara perempuan, aku melihatnya dan Ia melihatku. Sialan, sebenarnya aku belum berniat untuk singgah di tikar sederhananya, rencananya diakhir perjalanan ini, tapi Ia sudah memanggilku, apa boleh buat, aku pun meminum teh buatannya. Kami berbincang-bincang, diluar apa yang aku pikirk...

Lihatlah Diri Kita, Kita Sama, Sama-sama Memiliki Perbedaan

Salah satu hal yang menjadikan kita sebagai manusia bermusuhan adalah kita jarang melihat kembali siapa diri kita sendiri, atau  jarang introspeksi diri, dan merasa paling benar. Sering sekali kamu menyuruh orang yang memandangmu sebelah mata untuk berubah, namun kamu pun memandang orang itu dengan sebelah mata. Sering juga kamu menyuruh orang lain untuk tidak menyepelekan tapi impian orang itu kamu anggap hayalan. Tidak jarang kamu menyuruh orang lain untuk tidak merasa paling benar, tapi kamu sendiri selalu menyalahkan yang lain. Juga sering kamu menangis tidak terima saat sekali saja tidak mendapat dukungan dari orang terkasih, namun kamu tidak pernah sekalipun mendukung orang terdekatmu. Pergilah kemanapun kamu mau, gendong sekalian semua sifat patenmu, carilah tempat yang kamu sukai, dan menerimamu, semoga kamu menemukannya. Jika aku, aku akan berpikir, aku ini siapa?, Siapa aku?, Kenapa aku memaksakan kehendakku?, Kenapa aku seperti pemilik nyawanya?, Siapa aku kok somb...

KANCAKU ARTIS

Sikap orang saat sedikit mengenal orang terkenal sebagai teman, ialah merasa bangga. Baru saja Ia mengenal temannya itu saat sudah terkenal, dan merasa bangga, lantas seberapa bangga saya sebagai teman orang terkenal itu sejak orang terkenal itu belum menjadi apa-apa, masih menjadi tumpukan debu dipojok ruangan, masih menjadi papan coretan, hinaan, dan banyak pal-palan disekolah. "Ah mosok? Kamu? Jangan ngaku-ngaku" Kata seorang yang bangga itu setelah mendengar ceritaku. Waduh ya terserah saja, orang teman saya yang terkenal itu sekarang sombong, silahkan saja makan itu perkenalanmu. Saya juga tidak begitu pengen kenal sama orang itu. Kejadian itu malah membuat saya pengen misuh , asu asu Haha kok Kowe ki ngefans berat karo wong koyo ngono ? Enggak, soalnya gini, semua orang itu sama, aku, kamu, dia, dan mereka. Dilahirkan sebagai juara, pemenang sprint melawan jutaan pesaing, dan kita pemenangnya. Mental juara, mental menang seharusnya ada. Kita semua naik level, disaing...

Pemicu Perang

Malam kuselami bergaman kopi Begitu saja kepercayaan kulewati Muram masam mukaku tak peduli Menujumu tak kunjung aku sampai Rasa memiliki yang merabit duka dalam yang mulai menjangkit api bahaya dalam dada mulai merakit Mengarungi samudera merah hati yang sakit 4 November 2018

Wong Endonesa

Dulu ada yang ngomong kalau orang luar negeri itu bisa membedakan handphone dengan kamera, dan dia ngomong kalau orang Indonesia ga bisa membedakan itu, maksudnya kalau orang luar negeri itu mau menangkap momentum selalu pakai kamera 📷, sedangkan kalau orang Indonesia campur kamera dan handphone. Oke saya akan membahas satu masalah pemikiran yang mundur ini. Menurut saya kualitas mereka (orang luar negeri) itu masih kalah maju dengan orang Indonesia. Kenapa saya bisa bicara seperti itu, ya karena statement yang saya dengar itu. Coba bayangkan kalau setiap ada momen yang cepat kamu harus buka kamera, kelamaan menurut saya, buka tutup lensa, hidupin kamera, lamaaaa.. sedangkan momentum itu bisa datang sangat singkat.. selain itu apa iya, kemana-mana bawa kamera? Kan enggak.. Nah dalam hal ini, orang Indonesia lebih maju. Kita menggunakan handphone yang berkamera untuk menangkap momentum. Cepat, mudah, dan praktis. Setiap ada kesempatan, jepret !. Karena apa orang kita udah...

Perumahan Islam di Jogja

Saat nya Memiliki Rumah Idaman sesuai dengan Budget yang Anda Miliki..!! ▶ Apakah anda keluarga yang masih tinggal di Pondok Mertua indah ? ▶ Apakah anda Sedang Mencari Hunian Islami di Yogyakarta ? ▶ Apakah gaji anda masih menjadi kendala untuk beli rumah ? ▶ Apakah anda mencari Perumahan yang Syariah Tanpa Riba ? Hunian Islami Taman Darussalam Jogja Memberikan Solusi Untuk Anda , Perumahan dengan Konsep islami terluas dan terbesar di Yogyakarta Fasilitas Terlengkap : ❇ Masjid seluas 5000 m ❇ Kolam Renang Terpisah Putra & Putri ❇ Rumah Tahfizh utk Program Hafalan Al-Quran ❇ Area Memanah ❇ Security System ❇ Wi-fi zone di seluruh kawasan ❇ Imam Masjid Hafidz 30 Juz Alquran ❇ Kajian Rutin Harian & Mingguan ❇ Tablig akbar Da'i Nasional Setiap Bulan ❇ Free takjil Rutin untuk jama'ah sholat Jumat 📖 Proses transaksi sesuai syariah dgn banyak kemudahan. Insya Allah : ...

Akhir Zaman

Assalamu'alaikum wr.wb Selamat datang di blog ini. Nama saya Mufid Angger Sukmana. Pada kesempatan yang sangat berharga ini saya akan sedikit berbagi kepada Anda tentang apa yang saya ketahui tentang Akhir Zaman menurut apa yang pernah saya baca. Sudah kita ketahui bersama bahwasanya dunia ini sudah tua. Ada beberapa kajian yang membahas tentang akhir zaman.               BENARKAH KALENDER ISLAM TIDAK SAMPAI 1500 ? PADAHAL SEKARANG SUDAH 1440 H. INI KAJIANNYA Tidak terasa kita hidup dipenghujung Jaman. Rasul SAW Berkata : Jaman itu dibagi 5 1. Jaman Nubuwwah (Jaman kenabian diawali dr Jaman Nabi Adam AS sampai Baginda Nabi Muhammad SAW) 2. Jaman Khilafah l (dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra). 3. Jaman Al-mulk kerajaan (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau diindonesia Majapahit, Sriwijaya, Galu dsbnya). 4. Jaman Jababiro (Jaman kebebasan maksiat dimana-mana dan kita ...