Posts

Legan

Image
Diujung waktu kubuang air, terbesit bocoran rasa ketika sudah tidak legan atau ketika sudah berkeluarga. Rasanya kaya asyik-asyik syahdu gitu. Walaupun belum tentu seperti itu, namanya juga khayal. "Apakah aku ingat rasa ketika aku masih bujang?" Dari pertanyaan itu akhirnya aku menulis ini, sebagai pesan untuk diriku dimasa depan, sebab gini, bocoran rasa itu sangat indah, wanita yang kau inginkan yang kau sebut namanya dalam doamu akhirnya jadi isterimu, kan asyik banget itu. Nah apakah rasa asyik itu akan selalu sama seiring terbiasanya kita berdua dengannya?. Kan enggak, biasanya rasa itu hanya datang saat pertama kali atau saat awal-awal saja karena ketika kita sudah terbiasa kita lupa rasa saat sebelumnya, saat kita sendiri, saat masih legan .  Untuk menanggulangi kehabisan stok syahdu, stok asyik, stok syukur, maka aku menulis gubahan ini saat aku masih bujang, agar aku tetap ingat keadaan dan rasa ketika tak ada wanita disisiku. Dan berharap dari ini kelak aku bisa be...

Surat

Menurut pengalamnku membaca surat lebih ngena daripada membaca pesan singkat.  Jadi gini.. Beberapa tahun lalu aku membuka sebuah kotak di dalam lemari dan menemukan secarik surat dari keluarga di kampung. Surat itu ditulis ketika aku masih kecil lalu dikirim ke keluarga kecilku yang berada di perantauan. Ketika membacanya hatiku cukup bergetar, aku merasakan sebuah kehidupan yang sederhana, sangat mengena, dan syahdu. Sampai-sampai aku mbrebes ketika membaca surat itu. Isinya ya cuma menanyakan kabar dan memberi kabar. Dalam imajinasiku surat ini ditulis ketika anggota keluarga berkumpul, setelah Maghrib atau Isya dan ditata dulu kalimatnya sebelum ditulis. Makanya bisa membuat hatiku tersentuh, pertama oleh kalimatnya, kedua oleh imajinasiku sendiri, dan yang ketiga oleh waktu dan ruang yang membuat semua ini terekam atau sisi historisnya lah. Nah, karena pengalaman itu, pengalaman merasakan hal yang berbeda ketika membaca surat dan membaca pesan singkat, maka mengirim surat adal...

Hobi

Sebagai kaum Saddha pada umumnya, saya memiliki hobi yang banyak. Seperti salahsatunya memelihara hewan peliharaan. Beberapa orang saddha yang saya tahu memiliki hobi yang sama. Ada dua orang perempuan yang saya kenal, dan mereka juga orang saddha dan memiliki hobi yang sama juga dengan saya. Dari sinilah saya mulai berpikir mengenai weton dan mongso seseorang. Ya you know lah kenapa hanya perempuan yang saya tahu, karena buat apa juga nyari weton teman kita yang laki-laki wkwk. Peliharaan saya itu ada Ikan, burung, kambing, ayam dan kucing, sebenarnya saya ingin memelihara anjing juga tapi saya rasa untuk saat ini belum butuh, sehingga saya tidak memenuhi kualifikasi sebagai pemelihara anjing yang baik.  Kalau saya pribadi melihat hewan peliharaan saya sebagai anggota keluarga, walaupun saya sering jual beli hewan ya, tapi hewan yang tidak akan saya jual adalah hewan yang benar-benar sudah menyatu dengan saya. Seperti saya punya burung perkutut silver yang unnamed, saya juga masih...

Syair Tentara Turki

Setelah beberapa tahun vakum mencintai hamba-Nya yang cantik, aku baru teringat bahwa salah satu cara menyalurkan cinta adalah berpuisi. Bukan aku saja, banyak orang melakukannya.  Dia yang pandai menggoreskan kuas pada kanvas yang membuat penaku tak berhenti menggores kertas kecil tua yang mulai menguning. Lentik jarinya memegang kuas, jeli matanya mencampur cat membuatku kagum.  Sampai saat ini, disini, diantara gemuruh suara senapan, diantara getar tanah oleh mortar, di dalam awan hitam dan pecahan granat, aku selalu mengingat wajahmu diantara cahaya yang begitu silau. Bisakah kau tidak melukis wajah suram para pejuang, kekasih?, sebab dalam peperangan, kami tertawa bahagia karena semua pejuang mengingat kekasihnya.

Rakyat Repot

 Sebelum menulis ini saya membaca tulisan Pak Dahlan Iskan yang berjudul Dari Belgia Kemana (kalau tidak salah). Saya membaca di web Pak Dahlan, disway.id. Tulisan ini membahas tentang BUMN yang akan membeli peternakan di luar negeri yang nantinya sapinya itu akan diimport ke Indonesia. Saya menemukan informasi dari tulisan itu mengenai harga daging sapi akan turun sehingga terjangkau oleh masyarakat. Kalau saya tidak salah tangkap, untuk mencegah peternak lokal gulung tikar maka disarankan peternak lokal untuk beralih menjadi peternak penggemukan, yang mana bakalannya diimport dari peternak kita yang ada di luar negeri. Nah disini saya tidak setuju,  karena tidak ada local pride disini. Memang kita sedang berada diantara dua jurang yang curam. Jika harga dibiarkan naik populasi peternak menurun, dan jika harga diturunkan populasi peternak juga turun, karena bangkrut. Maju kena, mundur kena. Tapi ketika kita memilih untuk impor terus-terusan itu akan lebih berbahaya dalam jang...

Tidak Usah Mengajari Muslim Toleransi

Image
Berawal dari sebuah story orang nasrani di Instagram, yang berbunyi kurang lebih seperti ini, "Andai semua muslim seperti habib ****** pasti umat agama lain tentram". Kalimat itu menggiring opini bahwa muslim selalu membuat onar atau tidak toleransi dengan umat agama lain.  Ditahun sebelumnya, 2020, saya juga pernah mengingatkan teman saya yang membuat story serupa di Instagram, kebetulan mereka nasrani. Dan kebanyakan dari mereka adalah penganut agama yang taat. Saya menghormati itu. But.. Jujur, saya pribadi juga bingung mengapa mereka tertekan hidup diantara muslim. Apakah mereka dilarang untuk beribadah? Perasaan gereja di dekat saya ramai terus kalau minggu. Apakah ritual lain selain ibadah minggu juga dilarang?, Perasaan teman-teman nasrani juga sering kirab keagamaan keliling kampung yang mayoritas penduduknya beragama Islam, itupun ada beberapa warga yang muslim juga membantu mengatur lalu lintasnya. Tapi mengapa sebagian dari mereka tertekan, terusik hingga berprasan...

Seni itu...

"Yang dimaksud seni itu apa?" Tanya Mas Dipsi pada saya dan Mas Ilham malam itu di belakang rumah Mas Bahar. "Seni itu keindahan relatif, dan bisa juga digunakan sebagai bahasa" jawabku, Ilham hanga menyimak. Kami mulai masuk ke ranah seni karena awalnya kami bicara soal orang yang dicat silver di lampu merah. Karena bagi Mas Dipsi dengan dicat saja sudah memiliki nilai seni, dan layak untuk diapresiasi. Namun bagi saya beda, cat hanyalah properti pertunjukan, pertunjukan seninya adalah menjadi patung. Ketika mereka tidak berdiam layaknya patung, maka mereka hanya berhasil menumbuhkan imajinasi negatif dalam benak saya yaitu mereka adalah pemalas. Ya terserah kalau kalian tidak terima dengan pernyataan saya, terima atau tidak terimanya anda itu tidak mengubah prespektif saya.  Maksud saya begini, dari sekian banyak manusia patung yang saya temui, 90% pemuda dan masih sehat. Kenapa kesehatan, kekuatan itu tidak dimanfaatkan untuk pekerjaan yang lebih bermartabat dari...