Mereka kira mereka adalah pria sejati, berjalan bersama kawan-kawannya, menggunjing musuh dari belakang, meninggalkan kewajibannya dan melanggar peraturan. Tidak kawan, orang-orang seperti itu tidak lebih dari sekedar pecundang. Jangan sampai kamu salah menerjemahkan bahasa kehidupan. Aku akan memberikan penjelasan. Pria sejati itu menyerang tanpa pasukan. Ijen wani!, Dhewe wani!!, Dhewe turah kendel!!. Kalau dalam film itu seperti Takiya Genji lah ya. Karena memang pria sejati bisa membuat lawannya takut walaupun sendiri, beda dengan para pecundang, mereka tidak bisa membuat lawannya takut kalau sendiri, jadi membawa pasukan. Ibarat seekor singa itu lebih berwibawa dibandingkan segerombolan heyna. Begitu juga dengan menggunjing musuh dari belakang, karena mereka tidak berani berucap didepan musuh mereka. Sangat pecundang bukan?. Biasanya orang seperti ini itu banyak ngomong, tapi kalau berpapasan belum tentu berani menatap mata musuhnya. Meninggalkan kewajibannya, say...
Comments
Post a Comment