Posts

Anjing Kampung

Apa benar kalau orang yang sudah merasa kaya dan punya power itu jadi susah ngontrol mulut?. Ada teori lain bahwa orang yang sudah merasa kaya dan punya power ini jadi susah juga ngontrol telunjuknya sendiri. Bahkan ada juga yang berteori bahwa orang yang sudah merasa kaya dan punya power ini berefek pada otaknya, yang jadi makin tolol. Ngeri juga ya.. Mari kita sebut orang yang sudah merasa punya power ini dengan sebutan Anjing Kampung saja. Ada beberapa kasus di sekitar saya, orang yang sudah merasa kaya dan punya power, cenderung menggampangkan pekerjaan orang lain untuk membantu di acaranya.  "Halah, kan bisa ijin" katanya Ini bukti bahwa perasaan kaya dan punya power ini kadang bikin orang jadi kekurangan akal. Kalau ijin ya gaji dipotong dong, bos. Sedangkan kebutuhan makin banyak dan tentu saja sudah dihitung dengan cermat bulan ini harus dapat sekian agar bisa bertahan hidup. Beda dengan pegawai negeri, ijin seminggu pun gaji tetap utuh. Itu adalah contoh merasa kaya ...

Catatan Perang

Ketika pelabuhan bersandar puluhan bahkan ratusan kapal perang, jalan-jalan dipenuhi tank, disekitar rumah berjejer para tentara bersenjata lengkap, dan ketika di kebunmu tertanam artileri. Langit berubah menjadi kelabu berkat kepulan asap dari ledakan, tanah-tanah berlubang berkat mortar-mortar, dan air memerah oleh darah. Bangunan gedung, rumah dan toko hancur seperti di gaza, mobil-mobil tak dipedulikan pemiliknya dan dimana-mana berserak selongsong peluru. Kamu keluar rumah bermodalkan kewaspadaan dan mata yang tak henti mengawasi sekitar, teriakan tentara menghentikan langkahmu dan kamu diintrogasi, kamu disuruh kembali ke dalam rumah dan kamu patuh. Dengan langkah gemetar seperti tak menapak tanah, kamu memberanikan diri meminta izin kepada para tentara untuk berkunjung ke rumah saudaramu. Dengan tegas tentara itu melarangmu dan memerintahkan kamu untuk kembali ke dalam rumah, dan kamu patuh. Malam pun tiba, salah satu anggota keluargamu yang gadis dipanggil oleh para tentara unt...

Tokoh Masyarakat 2

Wow!, sudah lebih dari setahun saya tidak menuangkan isi pikiran dan hati saya ke blog semata wayang ini. Seperti diary, blog ini hanya saya sambangi ketika keresahan muncul pada hari-hari saya. Lebih dari setahun saya menceritakan keresahan saya pada istri tercinta, namun pada kali ini tentu saya memiliki kewajiban untuk menulisnya di blog ini, karena ada sangkut pautnya dengan tulisan saya sebelumnya. Here we go! Saya selalu berusaha berbaik sangka kepada tokoh masyarakat di kampung saya, namun seiring berkembangnya volume otak saya, saya menyadari bahwasanya mereka pun tak menghargai kami, kami adalah kaum proletar, kaum akar rumput, orang miskin, wong cilik.. ( ya walaupun mereka juga masih tergolong kaum akar rumput tapi mereka sudah punya roda empat semua, dinding beton bukan tripleks atau board, sepeda motor yang tak hanya satu). Lagi-lagi ini masalah kebiasaan orang kapitalis, yang memandang, mendengar dan merespon hanya kepada sesama mereka yang orang kaya. Kepada kami, mereka...

Desaku Yang Kucinta

Tidak bisa dipungkiri memang sekarang adalah era kapitalis, bukan hanya di perkotaan namun juga di desa-desa. Seperti halnya di kampung halaman saya, omongan bijak orang miskin akan didengar seperti kentut, dan kentut orang kaya akan terdengar sangat bijak. Pekewuh yang salah tempat, sopan santun palsu, belajar agama tapi tidak pernah diamalkan dan "kebudayaan" hanya melulu soal pagelaran bukan soal attitude. Itulah keadaan disini. ... Sebelum kita lanjut, ijinkan saya memutar lagu FSTVLST dahulu, untuk detoksifikasi kekesalan dalam diri saya. ... Mari kita lanjutkan tulisan diatas yang saya tulis pada Desember 2023, dan sekarang April 2025.  Terus terang, bagi saya yang memiliki ego yang lumayan besar, menjadi bawahan orang lain itu agak melelahkan. Bukan karena saya kasta atas, atau apa, tapi jiwa kiri saya memang tidak menerima sistem feodal pada masyarakat desa saya sekarang. Sistem feodal yang saya maksud bukan the real feodalism ya, tapi kiasan untuk sistem masyarakat ...

Tokoh Masyarakat

Lebih dari 5 tahun lalu saya menulis tentang tokoh masyarakat, kalau tidak salah di blog ini juga. Tulisan saya itu berisi tentang kebijaksanaan atau wisdom seorang tokoh masyarakat di kampung saya. Saya mengatakan bahwa mereka hanya mengikuti usulan orang kaya saja, dan usulan orang miskin hanya dijadikan sebagai angin lalu. Kini, saya menjadi tokoh masyarakat. Karena kerangka berpikir saya adalah sosialis maka saya mendengarkan semua usulan warga, tidak cuma yang kaya tapi yang miskin juga. Seperti, ada seorang petani miskin mengusulkan untuk mengukur pH tanah pertanian, bagi saya ini usulan yang brilian, maka saya wujudkan dengan pengadaan pH meter tanah. Dan itu memang terjadi. Namun kita tidak akan berbicara soal kapitalisme dan sosialisme. Kita akan berbicara soal wisdom. Selayaknya tokoh masyarakat kami dituntut untuk bijaksana dalam hal apapun. Bijaksana sebenarnya tidak bisa dibuat-buat, bijaksana adalah anugerah dari Allah SWT. Namun saya rasa bisa dipelajari dan dilatih. Se...

A Gentleman Never Tells

Image
Malam ini saya ditemani kodok-kodok yang hanya berbunyi ketika musim hujan. Kebetulan didepan rumah saya ada kolam kecil, yang saya buat dari plastik bungkus kasur Yusuf, dan yang saya buat h-1 meninggalkannya Mbah Suwar. Namun bukan tentang itu yang akan saya sampaikan pada tulisan kali ini. Saya lagi tidak bergairah menulis sejarah.  Memang saya sudah jeda nulis sejak beberapa bulan lalu, sebab hasrat menulis ini datang ketika kita sendiri dan kesepian. Sejak beberapa bulan lalu, seseorang datang dalam hidup saya, membuat seketika hidup saya berubah. Dari yang tadinya selalu ingin menulis, sekarang karena sudah punya temen curhat jadi ga nulis. Nah kali ini, saya lagi cumleng mikir masa depan, atau orang sekarang bilangnya overthinking.  Dan saya ga akan cerita, karena Nick Diaz bilang, "a gentleman never tells".

Surrender

Image
Berangkat dengan semangat, menanami rumput odot di beberapa tempat di kampung, membuatku berpikir bahwa aku tak akan berhenti sampai sini. Akhirnya aku terus memupuk ambisiku. Membuat kandang, menambah jumlah ternak, dan bangkrut. Semua ternakku kurus dan ku jual murah. Disinilah saya memutuskan untuk benar-benar angkat tangan, berhenti beternak kambing. Good bye my fucking goat.  Dari Maret 2021 sampai Juni 2022 waktu yang singkat memang, tapi apalah daya aku bukan anak orang kaya yang nafasnya panjang. Aku harus pergi dari sini untuk menyambung nyawa. Dan ya, ditengah-tengah malam, aku selalu berpikir bagaimana cara menutupi kerugianku. Sekarang aku kembali menjalani kegiatan awal masa kuliah, yaitu menetaskan telur, aku mencoba menetaskan telur aky, yang aku beli seharga Rp3.000 untuk final stock, dan Rp12.000 untuk parent stock.  Hari ini hari pertama masukin telur ke mesin (btw aku masih punya sedikit uang untuk beli mesin tetas seharga 600rb jadi ya aku ga bangkrut-bangk...

I'm Not Surprised..

Image
 Setelah memenangkan pertarungan dengan Conor McGregor, Nate Diaz berkata, "I'm not surprised, motherfuckers", Ia mengatakan kepada seluruh penonton. Kata-kata itu adalah sebuah kesombongan yang patut diapresiasi karena memang Nate sebelumnya diremehkan oleh seluruh penonton. Memang begitu cara membungkam mulut-mulut para bedebah yang selalu meremehkan orang lain. Begitu juga dengan yang saya alami. Kata-kata untuk menjatuhkan sudah menjadi sahabat saya sejak belasan tahun lalu, kita mulai ceritanya..  Pada suatu malam, keluarga besar berkumpul di rumah saya, para orang kaya dikeluarga memberi saran kepada ayah saya didepan seluruh anggota keluarga agar tidak menyekolahkan saya di SMPN 1 Karangmojo yang notabene smp saya itu waktu itu smp kaum elit, entah dari kekayaannya ataupun kepintaran siswanya, sedangkan saya sangat bertolak belakang. Bagi saya cara memberitahu demikian adalah sebuah penghinaan. Ibu saya sempat berkata, "wedi diutangi po pye?" karena sanga...

Legan

Image
Diujung waktu kubuang air, terbesit bocoran rasa ketika sudah tidak legan atau ketika sudah berkeluarga. Rasanya kaya asyik-asyik syahdu gitu. Walaupun belum tentu seperti itu, namanya juga khayal. "Apakah aku ingat rasa ketika aku masih bujang?" Dari pertanyaan itu akhirnya aku menulis ini, sebagai pesan untuk diriku dimasa depan, sebab gini, bocoran rasa itu sangat indah, wanita yang kau inginkan yang kau sebut namanya dalam doamu akhirnya jadi isterimu, kan asyik banget itu. Nah apakah rasa asyik itu akan selalu sama seiring terbiasanya kita berdua dengannya?. Kan enggak, biasanya rasa itu hanya datang saat pertama kali atau saat awal-awal saja karena ketika kita sudah terbiasa kita lupa rasa saat sebelumnya, saat kita sendiri, saat masih legan .  Untuk menanggulangi kehabisan stok syahdu, stok asyik, stok syukur, maka aku menulis gubahan ini saat aku masih bujang, agar aku tetap ingat keadaan dan rasa ketika tak ada wanita disisiku. Dan berharap dari ini kelak aku bisa be...

Surat

Menurut pengalamnku membaca surat lebih ngena daripada membaca pesan singkat.  Jadi gini.. Beberapa tahun lalu aku membuka sebuah kotak di dalam lemari dan menemukan secarik surat dari keluarga di kampung. Surat itu ditulis ketika aku masih kecil lalu dikirim ke keluarga kecilku yang berada di perantauan. Ketika membacanya hatiku cukup bergetar, aku merasakan sebuah kehidupan yang sederhana, sangat mengena, dan syahdu. Sampai-sampai aku mbrebes ketika membaca surat itu. Isinya ya cuma menanyakan kabar dan memberi kabar. Dalam imajinasiku surat ini ditulis ketika anggota keluarga berkumpul, setelah Maghrib atau Isya dan ditata dulu kalimatnya sebelum ditulis. Makanya bisa membuat hatiku tersentuh, pertama oleh kalimatnya, kedua oleh imajinasiku sendiri, dan yang ketiga oleh waktu dan ruang yang membuat semua ini terekam atau sisi historisnya lah. Nah, karena pengalaman itu, pengalaman merasakan hal yang berbeda ketika membaca surat dan membaca pesan singkat, maka mengirim surat adal...

Hobi

Sebagai kaum Saddha pada umumnya, saya memiliki hobi yang banyak. Seperti salahsatunya memelihara hewan peliharaan. Beberapa orang saddha yang saya tahu memiliki hobi yang sama. Ada dua orang perempuan yang saya kenal, dan mereka juga orang saddha dan memiliki hobi yang sama juga dengan saya. Dari sinilah saya mulai berpikir mengenai weton dan mongso seseorang. Ya you know lah kenapa hanya perempuan yang saya tahu, karena buat apa juga nyari weton teman kita yang laki-laki wkwk. Peliharaan saya itu ada Ikan, burung, kambing, ayam dan kucing, sebenarnya saya ingin memelihara anjing juga tapi saya rasa untuk saat ini belum butuh, sehingga saya tidak memenuhi kualifikasi sebagai pemelihara anjing yang baik.  Kalau saya pribadi melihat hewan peliharaan saya sebagai anggota keluarga, walaupun saya sering jual beli hewan ya, tapi hewan yang tidak akan saya jual adalah hewan yang benar-benar sudah menyatu dengan saya. Seperti saya punya burung perkutut silver yang unnamed, saya juga masih...

Syair Tentara Turki

Setelah beberapa tahun vakum mencintai hamba-Nya yang cantik, aku baru teringat bahwa salah satu cara menyalurkan cinta adalah berpuisi. Bukan aku saja, banyak orang melakukannya.  Dia yang pandai menggoreskan kuas pada kanvas yang membuat penaku tak berhenti menggores kertas kecil tua yang mulai menguning. Lentik jarinya memegang kuas, jeli matanya mencampur cat membuatku kagum.  Sampai saat ini, disini, diantara gemuruh suara senapan, diantara getar tanah oleh mortar, di dalam awan hitam dan pecahan granat, aku selalu mengingat wajahmu diantara cahaya yang begitu silau. Bisakah kau tidak melukis wajah suram para pejuang, kekasih?, sebab dalam peperangan, kami tertawa bahagia karena semua pejuang mengingat kekasihnya.

Rakyat Repot

 Sebelum menulis ini saya membaca tulisan Pak Dahlan Iskan yang berjudul Dari Belgia Kemana (kalau tidak salah). Saya membaca di web Pak Dahlan, disway.id. Tulisan ini membahas tentang BUMN yang akan membeli peternakan di luar negeri yang nantinya sapinya itu akan diimport ke Indonesia. Saya menemukan informasi dari tulisan itu mengenai harga daging sapi akan turun sehingga terjangkau oleh masyarakat. Kalau saya tidak salah tangkap, untuk mencegah peternak lokal gulung tikar maka disarankan peternak lokal untuk beralih menjadi peternak penggemukan, yang mana bakalannya diimport dari peternak kita yang ada di luar negeri. Nah disini saya tidak setuju,  karena tidak ada local pride disini. Memang kita sedang berada diantara dua jurang yang curam. Jika harga dibiarkan naik populasi peternak menurun, dan jika harga diturunkan populasi peternak juga turun, karena bangkrut. Maju kena, mundur kena. Tapi ketika kita memilih untuk impor terus-terusan itu akan lebih berbahaya dalam jang...

Tidak Usah Mengajari Muslim Toleransi

Image
Berawal dari sebuah story orang nasrani di Instagram, yang berbunyi kurang lebih seperti ini, "Andai semua muslim seperti habib ****** pasti umat agama lain tentram". Kalimat itu menggiring opini bahwa muslim selalu membuat onar atau tidak toleransi dengan umat agama lain.  Ditahun sebelumnya, 2020, saya juga pernah mengingatkan teman saya yang membuat story serupa di Instagram, kebetulan mereka nasrani. Dan kebanyakan dari mereka adalah penganut agama yang taat. Saya menghormati itu. But.. Jujur, saya pribadi juga bingung mengapa mereka tertekan hidup diantara muslim. Apakah mereka dilarang untuk beribadah? Perasaan gereja di dekat saya ramai terus kalau minggu. Apakah ritual lain selain ibadah minggu juga dilarang?, Perasaan teman-teman nasrani juga sering kirab keagamaan keliling kampung yang mayoritas penduduknya beragama Islam, itupun ada beberapa warga yang muslim juga membantu mengatur lalu lintasnya. Tapi mengapa sebagian dari mereka tertekan, terusik hingga berprasan...

Seni itu...

"Yang dimaksud seni itu apa?" Tanya Mas Dipsi pada saya dan Mas Ilham malam itu di belakang rumah Mas Bahar. "Seni itu keindahan relatif, dan bisa juga digunakan sebagai bahasa" jawabku, Ilham hanga menyimak. Kami mulai masuk ke ranah seni karena awalnya kami bicara soal orang yang dicat silver di lampu merah. Karena bagi Mas Dipsi dengan dicat saja sudah memiliki nilai seni, dan layak untuk diapresiasi. Namun bagi saya beda, cat hanyalah properti pertunjukan, pertunjukan seninya adalah menjadi patung. Ketika mereka tidak berdiam layaknya patung, maka mereka hanya berhasil menumbuhkan imajinasi negatif dalam benak saya yaitu mereka adalah pemalas. Ya terserah kalau kalian tidak terima dengan pernyataan saya, terima atau tidak terimanya anda itu tidak mengubah prespektif saya.  Maksud saya begini, dari sekian banyak manusia patung yang saya temui, 90% pemuda dan masih sehat. Kenapa kesehatan, kekuatan itu tidak dimanfaatkan untuk pekerjaan yang lebih bermartabat dari...

Kesenjangan Sosial

Beberapa waktu lalu teman saya berulang tahun, banyak yang memberikan ucapan selamat. Dalam hati, saya berkata "wajarlah, orang dia cantik". Berangkat dari situ saya mulai berpikir mengenai kesenjangan sosial dalam dunia perempuan yang tentunya saya sendiri tidak mengetahui lebih dalam apa yang terjadi.  Saya juga punya teman, teman perempuan yang dipandang oleh orang-orang sebagai perempuan cantik. Dia berbadan tinggi, putih, dan kaya tentunya. Ya sama dengan ciri-ciri temanku yang pertama tadi. Selalu saja Ia dihujani pujian dari banyak orang, perihal kecantikannyalah, perihal kepintarannyalah dan perihal apapun. Saya tau hal ini karena beberapa kali Ia mengumbar chat WhatsAppnya di story.  Waw Apakah perempuan yang tidak putih, tidak tinggi, gemuk dan pendiam juga sering dihujani pujian ya? Atau banyak juga yang memberikan ucapan selamat padanya?. Saya rasa tidak (kecuali Ia anak bos). Jangankan selamat, hari ulang tahunnya pun kawannya tidak ingat.  Perempuan itu sela...

Gangster Taek

Mereka kira mereka adalah pria sejati, berjalan bersama kawan-kawannya, menggunjing musuh dari belakang, meninggalkan kewajibannya dan melanggar peraturan. Tidak kawan, orang-orang seperti itu tidak lebih dari sekedar pecundang. Jangan sampai kamu salah menerjemahkan bahasa kehidupan. Aku akan memberikan penjelasan. Pria sejati itu menyerang tanpa pasukan. Ijen wani!, Dhewe wani!!, Dhewe turah kendel!!.  Kalau dalam film itu seperti Takiya Genji lah ya. Karena memang pria sejati bisa membuat lawannya takut walaupun sendiri, beda dengan para pecundang, mereka tidak bisa membuat lawannya takut kalau sendiri, jadi membawa pasukan. Ibarat seekor singa itu lebih berwibawa dibandingkan segerombolan heyna.  Begitu juga dengan menggunjing musuh dari belakang, karena mereka tidak berani berucap didepan musuh mereka. Sangat pecundang bukan?. Biasanya orang seperti ini itu banyak ngomong, tapi kalau berpapasan belum tentu berani menatap mata musuhnya.  Meninggalkan kewajibannya, say...

Lelah Sekabeh-kabehe

27/01/21 23.04 Lelah kabeh, aku lelah printer lelah. Printer overheat begitu juga otakku. Tangan kananku nganti pegel, padahal gur ngeprint revisi, total yo 250an halaman. Printerku alesane entek tinta irenge, padahal isih ono, padune wis kesel. Aku barang wis kesel... Leren, turu, lanjutke sesok, kudu mruput, subuh tangi nganti revisian.. 

Gambar

 Ketertarikan orang dengan gambar semakin hari semakin menjadi. Gambar bisa menyampaikan pesan, kini hal ini sepertinya tak lagi berlaku pada tulisan. Mungkin bukan karena tulisan tak mampu menyampaikan pesan, tapi orang tak mau membaca. Sepertinya membaca itu cukup menyulitkan dan membuang-buang waktu. Kami tak mengenal tanda baca, kegunaannya, dan fungsinya. Sekarang hanya gambar dan suara yang mampu menggiring membangun imajinasi baik dalam otak kami. Tulisan hanya membuat imajinasi buruk sesuai suasana hati.  Banyak pasang manusia memutuskan hubungan mereka karena komunikasi buruk, buruk, komunikasi hanya lewat percakapan media sosial. Tapi bagi sebagian orang, tulisan masih menjadi senjata mereka. Aku tidak pandai menggambar, aku tidak pandai bicara, hanya kata yang kugores pada kertas yang dapat kuandalkan. Walaupun sering tak berhasil, terutama untuk mengubah perasaanmu, kekasih.  "Kalau dengan kata-kata tak dapat kujumpaimu, lantas dengan air mata manalagi dapat k...

Keresahan Sosial?

 Keresahan sosial yang saya alami? Sementara tidak ada, fokus ku berada pada satu titik yaitu mengakhiri kuliahku ini. Jadi aku tidak begitu memikirkan tentang hal-hal yang terjadi di sekitar, bahkan yang sedang ramai sekarang yaitu polemik peraturan Whatsapp pun aku tidak mengerti. Atau tentang masa depan bangsa? saya optimis sekarang, banyak pemuda kita yang cerdas walaupun agak ngondek. Setidaknya mereka punya power yaitu uang, untuk sekedar mencari bala tentara bayaran yang digunakan untuk melindunginya, saya rasa itu bisa sih. Dengan banyaknya orang pintar maka secara tidak langsung perekonomian akan jalan, seperti tadi contohnya. Kaya tapi ngondek, ga bisa berantem, ya nyewa preman. Bagus sekali ini, semakin banyak mafia semakin maju negeri kita. Selamat istirahat, jangan lupa besok senin.